Suara Dari Sebuah Partikel Dalam Atom Buatan

 

CompusicianNews.com –Sains- “Seperti apa suara atom itu? ini seperti Notasi D-.” Menurut  para ilmuan di Chalmers University of Technology di Gotenborg, Swedia yang dirilis dalam studi baru bahwa mereka dapat menangkap suara dari atom tunggal.

 “Kami telah membuka pintu baru kedalam dunia quantum dengan berbicara dan mendengarkan atom,” penulis study Per Delsing, seorang profesor Fisika di kampus itu, berkata dalam pernyataan tertulis. “Tujuan jangka panjang kami adalah untuk memanfaatkan ilmu fisika quantum sehingga dapat memperoleh keuntungan dari hukum yang berlaku di ilmu itu, contohnya dalam komputer yang sangat cepat.

Untuk studi mereka, Delsing dan koleganya membangun sebuah atom buatan berukuran 0.01 mm panjangnya dan ditempatkan di ujung bahan superkonduktor. Kemudian mereka mengarahkan gelombang suara disepanjang permukaan bahan kemudian melempar atom dan merekam suara yang dihasilkan saat kembali jatuh dengan menggunakan mikrofon kecil yang berada di ujung superconduktor lainnya dari material itu.

Pada bagian kanan, atom buatan menghasilkan gelombang suara yang terdiri dari riak pada permukaan bahan material yang keras. Suara yang dikenal sebagai gelombang akustik permukaan diperoleh dari sisi kiri dengan “mikrofon” yang dibuat dari jari logam.

 “Menurut theory, suara dari atom dibagi kedalam partikel quantum,” Penulis studi Martin Gustafsson, peneliti doctoral dari Columbia University, berkata dalam pernyataannya. “Karena partikel adalah suara terlemah yang dapat dideteksi.”

Suaranya dulu “Notasi D-” kira-kira 20 oktaf diatas notasi tertinggi dalam piano, yang pitchnya lebih tinggi dibanding telinga manusia dapat dengar.

Para peneliti berkata bahwa suara yang memanipulasi pada level quantum dapat mengarah ke pengembangan baru dalam proses komputasi quantum. Suara ini memiliki panjang gelombang dan kecepatan 100.000 kali lebih lambat yang berarti lebih mudah dikontrol.

Meskipun terdapat implikasi untuk proses komputasi quantum yang mungkin terlalu dini untuk dikatakan,  tapi proses ini memperluas toolbox yang bisa kita pakai,” kata Steve Rolston, Rekan Direktur Institut Joint Quantum, Universitu of Maryland, kepada Discovery News.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *