Yogyakarta Contemporary Music Festival #7 “Sounds of Asia”

 

CompusicianNews.com -Sosial Budaya- Ajang tahunan bertajuk Yogyakarta Contemporary Music Festival ini menjadi penanda penting bagi kreativitas di wilayah penciptaan musik baru (kontemporer). Yang menjadi khas dari Festival ini adalah sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai komponis dari berbagai negara, yang dimana mereka saling membagi gagasan, ide, serta memperluas jaringan kebudayaan.

YCMF #7 kali ini mengambil tema “Sounds of Asia”. Terselenggara selama tiga hari (26-28/11).

Ada sedikitnya 50 komponis yang menampilkan karyanya yang semuanya berada di wilayah zona Asia Pasifik. Beberapa komponis yang berpartisipasi dan datang ke Indonesia antara lain dari Jepang, Thailand, Malaysia, Hongkong, Singapura, Filipina, hingga Iran. Karya-karya mereka sebagian besar dimainkan oleh musisi yang bermukim di Yogyakarta. Ajang ini juga sekaligus memberikan nilai lebih bagi produktivitas para musisi untuk meningkatkan skills mereka dalam merespon karya-karya masa kini (contemporary music).

“Sound of Asia” bisa dimaknai sebagai ruang atau kreativitas yang merespon kekayaan kultural yang ada di zona Asia. Melalui musik, mereka, para komponis mencoba mengekspresikannya ke dalam karya yang menggunakan sumber-sumber musik sesuai kebudayaan masing-masing, dengan medium (alat musik) yang fleksibel dan tidak hanya terbatas pada instrumen musik tradisional atau Barat, melainkan juga dengan medium teknologi berupa komputer dan peralatan canggih lainnya.

Michael Asmara, Direktur Festival ini, menjelaskan bahwa situasi musik di Asia pada masa kini telah memberikan kepada kita ruang yang lebar bagi pertemuan dan silang dialog, sehingga para komponis bisa lebih terbuka untuk memahami sampai di mana pencapaian dan kreativitas mereka. “Kualitas komponisnya pun bisa dikatakan tidak kalah unggul di banding Negara-negara Eropa,” ujarnya.

Berdasarkan fakta tersebut pemahaman akan musik di wilayah Asia juga semestinya diikuti dengan pemahaman situasi geo-politiknya. Bagaimana negara-negara di wilayah Asia saling berhubungan dan membentuk kerja-sama kebudayaan menjadi point penting untuk kita telusuri bersama. Musik, sebagai bagian dari diplomasi soft-power menjadi penting untuk kita wacanakan demi hubungan baik di tengah segala konflik global yang sedang terjadi pada masa kini. Pada sesi seminar juga membahas situasi terkini di zona ASEAN.

Event yang diorganisasi oleh ICCY (Independent Composers Community Yogyakarta) dan YCF (Young Composers Forum) ini mendapat dukungan utama dari Kemenparekraf dan sejumlah stakeholder lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *