ChurchDesk, Aplikasi Berbasis Cloud untuk Pengelolaan Gereja di Eropa

Compusiciannews.com -Distribusi- Hampir setiap proses bisnis atau interaksi manusia secara cepat menjadi digital melaui Cloud dan seakan akan menghapus keberadaan software dan cara-cara non-digital. ChurchDesk, Startup berbasis di Copenhagen, Denmark ini adalah platform berbasis Cloud dan aplikasi mobile untuk iOS dan Android yang membantu staff gereja dan volunteer mengelola gereja mereka secara efisien dan lebih baik dengan melibatkan komunitas gereja lokal.

Perusahaan ini diluncurkan sepenuhnya pada tahun 2012 lalu dengan CEO dan pendiri Christian Steffensen, yang ibunya adalah seorang Pastor dan telah menggalang sana sekitar US$ 2 Juta yang diberikan oleh Magrove Capital Partners. Perusahaan berencana menggunakan investasi ini untuk memperluas produk dan tim marketing, dan juga mengakselerasi fitur produk baru dan meningkatkan jangkauan di seluruh Eropa.

“Perusahaan ini dimulai sebagai Startup sisiwa diantara proek-projek lain. Ibuku adalah seorang tokoh agama di Copenhagen, Denmark dan saya belajar  bahwa gereja memiliki potensi besar namun sepertinya tidak diperhatikan dan seringkali kurang memiliki solusi digital untuk mengatasi kesulitan mereka,” kata Steffensen.

Platform ChurchDesk digambarkan sebagai sepaket peralatan yang terintegrasi yang memperhatikan administrasi gerejawi, meningkatkan transparasi dan meningkatkan aliran informasi antara staff, voluntir dan komunitas”. Platform ini menyertakan intranet, kalender digital, file manager dan sistem messaging untuk E-Mail dan SMS, sebagaimana Content Management System (CMS) untuk website gereja dan pengelolaan lainnya.

“Gereja pada dasarnya ingin tahu apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi ekspektasi jaman sekarang dari jemaatnya dan perusahaan ini ada untuk meberikan solusi yang luar biasa yang dapat memecahkan masalah yang dimiliki gereja,” tambah Steffensen.

“Sebuah bagian besar dari solusi ini adalah supaya dapat mengerjakan dengan cara digital, yang berarti secara akti menggunakan sotware untuk mengerti dan mengotomasi aliran kerja yang berhubungan dengan mengatur dan melibatkan anggota, kegiatan, komunikasi dan masih banyak lagi lainnya.

“Kami pada dasarnya melibatkan anggota mereka untuk dapat meningkatkan level kegiatan. Sesuatu yang mereka semua inginkan namun tidak tahu bagaimana melakukannya. Selebihnya, dengan bekerja secara digital mereka dapat membebaskan sumber daya dari semua aliran kerja yang tidak effisien untuk menaruh nilai pada kegiatan tambahan yang secara dasar mengubah cara gerea dapat lebih rapi.”

Hingga saat ini, ChurchDesk mengklaim ribuan gereja menggunakan platform berbasis Cloud di seluruh Denmark, Jerman dan Inggris Raya yang memiliki staff hingga 10,000 yang  mengadakan sekitar 50.000 event atau kegiatan melalui platform ini. Sementara itu, Startup ini menghasilkan penerimaan via subskripsi berdasarkan ukuran atau kemampuan  gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *